Optimis vs Pesimis

Kopipagi.online-Sebuah perusahaan sepatu ternama di Eropa lagi gencar gencarnya ekspansi ke seluruh dunia, terutama di negara-negara Asia & Afrika. Perusahaan ini mengirimkan salesman terbaiknya ke benua Afrika untuk survey pasar.

Saat salesman ini menginjakkan kaki di Afrika, dia melihat kondisi yang memprihatinkan khas negara terbelakang : hampir semua orang yang ditemui, tidak menggunakan alas kaki !

Dus, Salesman ini segera pulang balik ke negeranya, dan melaporkan temuannya : “Bos, kita kayaknya nggak perlu masuk ke Afrika. Sia sia aja kita jualan sepatu disana….Orang orang Afrika itu nggak butuh sepatu. Mereka sudah terbiasa, turun temurun, beraktifitas tanpa alas kaki “.

Tidak puas dengan jawaban Salesman pertama, dus perusahaan mengirimkan lagi Salesman kedua, di Negara yang sama, di tempat yang sama.
Saat menginjakkan kaki di Afrika, salesman kedua, melihat kondisi sama persis seperti salesman pertama. Namun, salesman memberi respn yang sama sekali berbeda, Dia langsung telpon Bosnya di Eropa : ” Bossss…ini luarbiasa Bos !!! Kita mesti segera ambil kesempatan ini. Kita investasi di sini…Marketnya masih luar biasa besarnya…Semua orang disini belum pakai sepatu, Bos !!! ”
“Dengan edukasi yang smooth disesuaikan dengan budaya disini, plus pemilihan model sepatu yang tepat , & pricing yang pass, saya yakin, kita akan jualan banyak sepatu disini !”

You see…Kondisi eksternal yang dihadapi sama, yang dilihat sama, medan pertempurannya sama….tapi dua salesman diatas memiliki pemahaman yang berbeda. Orang optimis akan selalu melihat kesempatan & peluang…Orang pesimis, selalu melihat problem & kesulitan….Setuju gak Lur ? (IN’dy/kopipagi.online)