Jalan Darat-Laut-Udara menuju Surga, Pantai Ora !

Kopipagi.online-Dini hari pukul 01.30, aku udah start dari rumah, meluncur ke Bandara Sultan Hasanudin Makassar…Ditangan, udah ada tiket Garuda GA 640…tertulis “Departure : 03.40. From : UPG, To : AMQ”…Lhaaa..mau kemana nih ? Terbang ke Ambon, Lur…
Yups…hari ini, jadwalku jalan jalan, dolan ke destinasi yang lagi hot saat ini di jagat penikmat blusukan nusantara…Pantai Ora !!!
Pantai Ora, terletak di Pulau Seram, Provinsi Maluku. Tidak ada penerbangan ke Pulau Seram, dus dulur mesti landing dulu di Ambon-Ibu Kota Prov. Maluku…Nah, dari Ambon ini, baru Dulur nyebrang ke Pulau Seram. Ada 2 penyeberangan ke Pulau Seram : Dulur dulur semua, bisa pakai Ferry Cepat, ntar merapatnya di P. Seram bagian tengah di Pantai selatan, atau pake Ferry Ro Ro, yang ini merapatnya di ujung barat Pulau Seram, juga di pantai selatan. Pantai Ora sendiri terletak di Pulau Seram Tengah, bagian pantai utara.
Kalo pake Ferry Cepat, dus dari Bandara, Dulur mesti meluncur ke Pelabuhan Tulehu, Ambon. Lama penyebrangan 2 Jam, biayanya 200 ribu per penumpang sekali jalan…Nanti, langsung mendarat eh..merapat di Pelabuhan Ina Marina, di Kota Masohi-Ibu Kota Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Seram. Tapi, kalo pake Ferry Cepat ini, nggak bisa bawa Mobil, Sampeyan hanya bisa angkut sepeda motor saja.

Nah, dari Kota Masohi ini, dilanjut jalan darat, sekitar 2,5 jam. Dulur bisa sewa mobil…modelnya : Dulur diantar ke tujuan, trus ditunggu, atau ditinggal…kalo, Dulur mau pulang di hari yang sama, dus Drivernya akan tunggu. Tapi, kalo Dulur mau nginep, dus setelah didrop, Dulur akan ditinggal…lha, nanti, kalo mau pulang, silahkan kontak Drivernya untuk dijemput. Biayanya nggak mahal koq Lur…Untuk servis antar jemput Masohi – Pantai Ora PP ini, cuma ditagih 1 juta !!! Whattttt !!!

Nah, kalo saya, nggak lewat Kota Masohi….ambil rute yang agak menantang dikit….menyisir jalan darat dari ujung barat Pulau Seram…Dus, perjalanan saya : dari badara Pattimura Ambon, langsung sewa mobil. Ongkos sewanya : kalo seharian  cuma muter muter di Pulau Ambon saja, ditagih 500 ribu per hari. Kalo dipakai ke Pulau Seram, ongkosnya : 1,2 juta per hari….dus, Dulur kalo nginep sehari di Pantai Ora, Pulau Seram, biaya sewa mobil menjadi 2,4 Juta !

Di Ambon, ini memang rata rata ongkos jasa jauh lebih mahal dibanding daerah lainnya.
Dari Bandara, mobil saya tancap ke arah pantai Natsepa, yang terkenal  dengan Rujak-nya khas Ambon….ntar  lain waktu, saya ulas rujak Natsepa, yah…trus lanjut ke Pelabuhan Hunimua, Desa Liang, Pulau Ambon…lama perjalanan Bandara Pattimura ke Perlabuhan Hanimua, sekitar 30 menit…
Di Pelabuhan Hanimua ini,. saya nyebrangnya pake Ferry RoRo Ambon – Pulau Seram….lama perjalanan laut 1,5 jam, mendaratnya di Dermaga  Kota Gemba…
Ongkos nyebrangnya : 185 ribu per mobil, plus 16 ribu per orang.
Kapalnya lumayan bersih koq Lur…meski keliatan kalo kapal tua. Tempat duduknya nyaman…disediakan Ruang VIP ber-AC, di Kelas ekonomi, ada kursi, & deretan tempat tidur di bagian  belakang… Trus, ada cafenya juga…bisa ngopi atau pesan indomie…kopi harganya 8 ribu. Pass kapal  Ferry ini masih sandar di dermaga Hanimua-Ambon, belum berangkat, Saya coba explore kapalnya. Disamping, Ruang Tunggu ekonomi, ada geladak kapal yang terbuka… Dari situ, kalo liat bawah,….wehhhh…jiiiaaannn…ada keindahan bawah laut yang bisa dinikmati, Lur…terlihat airnya jernih bingits, trus tiang beton pancang dermaga, yang tertanam di bawah laut, rata tertutupi terumbu karang…disela selanya terlihat jelas berbagai ikan laut warna warni asyik mondar mandir…Wowwww….kayak aquarium laut, Lur….wes…josss ini…padahal itu baru di dermaga, lhohh… bagaimana kalo tengah lautnya…Indonesia memang warbiasaaaa !!!!
IMG_20171017_101132[1].jpg
Nah, setelah merapat di Kota Gemba, saya lanjut jalan darat 5 jam, menyusuri pantai Pulau Seram bagian barat ke lokasi Pantai Ora yang letaknya di Pulau Seram Bagian Tengah…
Rutenya gampang koq Lur …begitu mobil keluar dari kapal, trus jalan lurus sekitar 300 meter, nanti ketemu jalan poros…nah, dari jalan poros itu, langsung ambil kanan….dah…itu Dulur tinggal tancap lurus…rus…terus…sampai pegel…3 jam, ntar ketemu Desa Waipia…Sepanjang jalan, sepi..Pulau Seram ini memang masih dikit penghuninya, beda banget sama Pulau Ambon yang udah padat merayap…padahal Pulau Ambon itu kecillll…cuma sepertiganya dari Pulau Seram…Mengapa bisa gitu ? Karena sejak jaman penjajahan Portugis & Belanda dulu…mereka mendarat pertama kalinya di Pulau Ambon…ambil rempah rempah, terutama cengkeh, di Pulau Seram, trus diperdagangkan di Pulau Ambon….nah..itu berlanjut hingga kini alias pintunya Prov. Maluku adalah Ambon. Pusat pemerintahan & perdagangannya juga di Ambon yang terkenal dengan julukan “ambon manise” ini.

Lanjut jalan lagi yah Lur…Kondisi jalannya cenderung lurus-lurus, cuma sedikit kelak kelok & mulusss..lus…aspal hotmix lhohh Lur…nggak kalah sama di Jawa…cukup lebar juga…kalo simpangan dengan Mobil di depan, masih “tersisa” ruang yang cukup….Untuk salip mobil di depan  pun nggak khawatir…Saya bisa tancap 100 km/jam lebih..melaju, rata rata 80km/jam…yang perlu di waspadai tuh bukan orang, tapi binatang ternak yang nyebrang !!!!.

Oooo..iya…jangan lupa, pastikan mobil isi bensin full tank, sebelum nyebrang ke Pulau Seram yah….disini jarang banget ada SPBU…kalo habis bensin, ya berharapnya sama bensin eceran yang dijual penduduk sepanjang tepi jalan…

Kiri kanan jalan, di dominasi tanaman kelapa, yang disela selanya ditanam coklat…udah jarang tanaman cengkehnya. Penduduk Pulau Seram, mulai beralih ke tanaman coklat, & kelapa…Rumah penduduk masih jarang jarang…paling satu dua di sepajang jalan…trus belakang rumah, kebun kelapa, belakangnya lagi…udah Hutan ! Kalo, sebelah kanan jalan, banyak di dominasi pantai, di sepanjang perjalanan…Yups…jalan poros ini memang menyisir pantai…Dan, Sampeyan nggak perlu khawatir kesasar….3 jam jalan dari Gemba ke Waipia, nggak ada persimpangan jalan, yang ada ya cuman jalan satu itu yang dilewati..lha, nanti kalo udah sampai Waipia…mulai dah…laju mobil agak direm….di Waipia itu ada pertigaan, tengahnya ada tugu….Nah, di pertigaan ini, kita ambil kiri…kalo lurus nanti sampai ke Kota Masohi.
Sekitar 30 meter sebelum pertigaan Waipia ini, aku mampir di warung disebelah kiri jalan…makan siang bentar, Lur…Ada soto ayam…istimewa sih tidak…lumayanlah…minimal rasanya nggak aneh…masih bersahabat buat lidah Jawa kayak saya ini…hehehe…Porsinya cukup banyak, irisan ayamnya gede gede…nasinya di piring terpisah…. Recommended-lah, mengingat jarang banget ketemu kampung, rumah penduduk, apalagi warung makan…

Dari pertigaan Wapia ini, kita lanjut jalan 2 jam, menuju Desa Saleman….Perjalanannya, agak beda…kalo ini, kita menembus hutan…tapi udah nggak terlalu lebat koq Lur…dus, kita jalan dari pantai selatan, alias dari bawah, jalan ke atas, memotong pulau Seram, melewati gunung & hutan, menuju pantai utara…gitu gambarannya Lur…

Dus, jalannya berkelok kelok,nanjak tinggi, beberapa bagian, kiri kanannya jurang, ada beberapa bagian jalan yang longsor…mesti ekstra hati hari yah, Lur…jalanan juga relatif sempit…tapi udah aspal hotmix koq…ada beberapa bagian yang masih perbaikan jalan…begitu mendekati sasaran, jalanan mulai turun agak tajem…baru nanti ketemu pertigaan…ambil kanan, arah Saleman…nggak sampai setengah jam sampai deh di Desa Saleman..ada area parkir cukup luas, tampak banguan tak berdinding, dengan background sederet perahu perahu boat yang siap mengantar ke Pantai Ora di seberang…

Kita nyebrang ke Pantai Ora tuh, masih di Pulau Seram juga…bukan nyebrang ke pulau lain, Lur…Dus, lokasi ini tuh bentuknya teluk…satu ujung, itu Saleman, trus ujung teluk yang lain itu, Pantai Ora…kita nggak bisa ke Pantai Ora menyusuri tepi Pantai sepanjang teluk, karena sepanjang itu isinya Tebing Gunung…Pantai Ora sendiri, beberapa meter kebelakang, paling cuman 100 meter, udah mentok di Tebing Gunung yang tinggi, trus atasnya hutan…Dus, kalo di foto dari kejauhan, Pantai Ora itu backgroundnya Tebing & Gunung….bener bener terpencil…en amazing bingitlah….Saya sih YESS !!!

Trus, dermaga di Desa Saleman itu, di tepian dermaganya aja udah keliatan ikan besar, ikan kecil pada sliweran…airnya jernih bingits..ini memang alami banget, Lur…lhaaa…kalo pinggirnya aja udah kayak gitu, bijimana ditengah ? Bijimana di Pantai Ora ?

Trus…biaya sewa perahunya brapa yah ? Tenang…tenang Lur..ntar saya ulas tuntas tentang keajaiban Pantai Ora, bijimana pengalaman saya berenang, cuman pake kolor thok, nggak pake alat alat apapun, dengan ikan ikan liar di laut lepas, ketemu ular cantik di tepi pantai, trus melepas haus dengan minum air di sumber air tawar yang ada di hamparan pasir putih, tepat di tepi pantai…walahhhhh….ediannnn tenan, Lur….semua nanti saya tulis lengkap… Ntar, judulnya aku bikin agak serem dikitlah…”Terdampar di Surga Pantai Ora !” (IN’dy/kopipagi.online)