Komitmen !

Kopipagi.online-Alkisah seorang pemuda menemui seorang tua sakti yang hidup seorang diri di desa terpencil. Kakek tua ini terkenal sakti mandraguna, & jago silat tiada tara…pokoknya top markotop di era itu dah…

“Guru…aku ingin menjadi muridmu, aku ingin jago silat dan sakti seperti Guru” pinta si pemuda menyampaikan maksutnya.
“Untuk apa, kamu belajar ilmu silat & kesaktianku, Nak ?” Tanya si Kakek Tua ini, menguji niat si pemuda yang menemuinya.
“Dengan kemampuanku nanti, aku ingin membantu banyak orang…membela mereka yang lemah, membutuhkan pertolongan,  mengobati mereka yang sakit…Sayang sekali, kalo ilmu Guru yang luar biasa ini hanya terpendam di desa kecil terasing ini, sementara banyak orang diluar sana yang membutuhkannya” papar si pemuda….”hmmmm ..bener juga nih orang” pikir si Guru.

“Oke…kalo itu maksutmu…pelajaran pertama : Ayo, ikut aku ke sungai” kata si Guru, sambil mengajak pemuda asing ini merapat ke sungai di sekitar gubugnya.

Sesampainya di sungai, si Guru mengajak pemuda ini, mencebur ke tepian sungai yang beraliran deras, dan jernih sebening kaca. Mereka berdiri berhadapan, dengan air sungai setinggi dada…Kemudian, tiba tiba, tanpa ba bi bu…Si Kakek Tua ini, menjambak dengan kuat rambut belakang si pemuda, dan mencelupkan kepalanya ke air sungai….

Si Pemuda meronta-ronta dengan hebat, namun cengkeraman kuat tangan pendekar tua ini, bukanlah tandingan di pemuda ingusan ini…Setelah beberapa saat, si pemuda mulai kehabisan nafas di dalam air, gerakan tangannya mulai melemah…Si Guru, melepaskan cengkeraman tangannya…& huaahhhhh…langsung kepala pemuda ini menyembul kuat keluar dari permukaan air sungai dengan mulut terbuka lebar mengambil nafas !!!!

“Guru…aku kesini dengan niat baik…kenapa Engkau mau membunuhku !!!” Seru pemuda ini.

Dengan tersenyum….Kakek tua ini berkata lembut, “Saat kepalamu berada di dalam air…apa yang kamu rasakan ? ”
“Aku mau mati !!!” Sahut si pemuda ketus.
“Apa yang kamu inginkan ?”
“Bernafas !!!”
“Apa yang kamu pikirkan ?”
“Aku harus hidup, aku harus dapat udara !!!”
“Nah…untuk menguasai ilmu silat & kesaktianku juga sama…hanya 2 syarat : niat yang baik untuk bermanfaat bagi banyak orang & komitmen yang kuat…alias hanya..sekali lagi…hanya… hanya pikirkan apa yang saya ajarkan, jangan berpikir yang lain !”

“Untuk sekedar melatih kekuatan kuda kudamu, kekuatan kakimu, aku akan memberi banyak tugas sepele yang berat, mengangkat air menggunakan dua keranjang air yang harus kamu pikul dari sungai ini ke gubugku, tiap hari, tiap minggu, tiap bulan…dan masih banyak tugas tugas  membosankan lainnya…Niatmu & Komitmenmu akan diuji” terang si Kakek ini panjang lebar…

Untuk menguasai hal hal baru, ketrampilan baru, kompetensi yang baru…niat saja tidak cukup, mentor yang hebat saja tidak cukup…butuh komitmen yang kuat dari diri kita…

Komitmen itu artinya apapun yang harus dilakukan, akan saya lakukan, tanpa “mempertanyakan”, tanpa alasan…Disini, saya sampaikan “mempertanyakan” yah…bukan “bertanya”…beda banget lho, Lur…

Dari cerita diatas, mempertanyakan berarti : “Saya mau belajar ilmu silat, kenapa tiap hari cuman dikasih tugas mikul air ? Ini nggak pantes buat saya, ini merendahkan saya…”

Beda dengan bertanya :
“Oke, Guru…tugas saya mikul air…Guru mau, seberapa banyak air sungai yang mesti saya ambil dan saya pindahkan ke bak air dalam sehari. Satu bak air, dua bak air, tiga bak air ? (IN’dy/kopipagi.online)