Senjata Makan Tuan !

Kopipagi.online-Joni membeli sebuah sumur milik si Budi…

Esok harinya, si Budi menemui Joni, di rumahnya : 

“Braderrrr, aku memang telah menjual sumur itu untukmu tapi aku belum menjual airnya, jika kamu menggunakan air itu, dus kamu mesti bayar tiap bulan ke saya”

Dengan santai si Joni membalas: 

“Wah…kebetulan banget nih…ini sebenarnya aku mau berangkat ke rumah kamu. Itu’ kan yang aku beli sumurnya, bukan airnya, dus aku rencananya mau minta kamu untuk mengosongkan air yang ada  di sumurnya…Nah, kalo kamu nggak melakukannya, dus kamu mesti bayar uang sewa atas nyimpan air di sumurku..Okey Braderrrr…”

Njirrrrr….penipu yang tertipu…Hati-hati, Lur…jangan membolak-balikkan fakta…Bisa jadi, kita sendiri nanti yang kena getahnya…(IN’dy/kopipagi.online)

Kualitas Diri !

Kopipagi.online-Seorang Guru di sebuah Sekolah Dasar Negeri, membuat garis sepanjang 100 cm di papan tulis, lalu berkata :

“Anak-anak, coba perpendek garis ini!”

Anak pertama maju ke depan, ia menghapus 10 cm dari garis itu menjadi 90 cm.

Pak Guru mempersilakan anak kedua… Murid inipun melakukan hal yang sama, menghapus 10 cm, dus  sekarang garisnya tinggal 80 cm.

Siswa ke-3, sampai ke-6 pun maju kedepan melakukan hal yang sama, hingga garis itu tinggal 40 cm.

Terakhir…siswa ke-7, seorang anak yang bijak maju kedepan. Ia tidak mengurangi garis yang sudah tinggal 40 cm, namun membuat garis baru sepanjang 160 cm, jauhhh lebih panjang dari garis yamg pertama kali dibuat Gurunya.

Sang Guru menepuk bahunya,  “Kamu memang bijak. Untuk membuat garis itu menjadi pendek, tidak perlu menghapusnya…tapi cukup membuat garis lain yang lebih panjang, maka garis pertama akan terlihat jadi lebih pendek dengan sendirinya.

Merusak perabot orang lain, bukan berarti perabot kita akan keliatan lebih baik…

Menyebarkan keburukan orang lain, bukan berarti kita keliatan lebih bersih…

Menyalahkan orang lain, bukan berarti kita keliatan lebih pintar…Semua itu mbalah merendahkan diri sendiri…

Dus, untuk menampilkan kualitas diri, tak perlu menjatuhkan, menyingkirkan atau menjelekkan pihak lain.

Cukup lakukan kebaikan yang lebih baik secara konsisten.

Dan…biarlah waktu yang akan membuktikan kualitas kita…

Emas tetaplah Emas, tetep berkilau, tetep mahal harganya… meskipun terpendam dalam jamban !!! (IN’dy/kopipagi.online)

Komitmen !

Kopipagi.online-Alkisah seorang pemuda menemui seorang tua sakti yang hidup seorang diri di desa terpencil. Kakek tua ini terkenal sakti mandraguna, & jago silat tiada tara…pokoknya top markotop di era itu dah…

“Guru…aku ingin menjadi muridmu, aku ingin jago silat dan sakti seperti Guru” pinta si pemuda menyampaikan maksutnya.
“Untuk apa, kamu belajar ilmu silat & kesaktianku, Nak ?” Tanya si Kakek Tua ini, menguji niat si pemuda yang menemuinya.
“Dengan kemampuanku nanti, aku ingin membantu banyak orang…membela mereka yang lemah, membutuhkan pertolongan,  mengobati mereka yang sakit…Sayang sekali, kalo ilmu Guru yang luar biasa ini hanya terpendam di desa kecil terasing ini, sementara banyak orang diluar sana yang membutuhkannya” papar si pemuda….”hmmmm ..bener juga nih orang” pikir si Guru.

“Oke…kalo itu maksutmu…pelajaran pertama : Ayo, ikut aku ke sungai” kata si Guru, sambil mengajak pemuda asing ini merapat ke sungai di sekitar gubugnya.

Sesampainya di sungai, si Guru mengajak pemuda ini, mencebur ke tepian sungai yang beraliran deras, dan jernih sebening kaca. Mereka berdiri berhadapan, dengan air sungai setinggi dada…Kemudian, tiba tiba, tanpa ba bi bu…Si Kakek Tua ini, menjambak dengan kuat rambut belakang si pemuda, dan mencelupkan kepalanya ke air sungai….

Si Pemuda meronta-ronta dengan hebat, namun cengkeraman kuat tangan pendekar tua ini, bukanlah tandingan di pemuda ingusan ini…Setelah beberapa saat, si pemuda mulai kehabisan nafas di dalam air, gerakan tangannya mulai melemah…Si Guru, melepaskan cengkeraman tangannya…& huaahhhhh…langsung kepala pemuda ini menyembul kuat keluar dari permukaan air sungai dengan mulut terbuka lebar mengambil nafas !!!!

“Guru…aku kesini dengan niat baik…kenapa Engkau mau membunuhku !!!” Seru pemuda ini.

Dengan tersenyum….Kakek tua ini berkata lembut, “Saat kepalamu berada di dalam air…apa yang kamu rasakan ? ”
“Aku mau mati !!!” Sahut si pemuda ketus.
“Apa yang kamu inginkan ?”
“Bernafas !!!”
“Apa yang kamu pikirkan ?”
“Aku harus hidup, aku harus dapat udara !!!”
“Nah…untuk menguasai ilmu silat & kesaktianku juga sama…hanya 2 syarat : niat yang baik untuk bermanfaat bagi banyak orang & komitmen yang kuat…alias hanya..sekali lagi…hanya… hanya pikirkan apa yang saya ajarkan, jangan berpikir yang lain !”

“Untuk sekedar melatih kekuatan kuda kudamu, kekuatan kakimu, aku akan memberi banyak tugas sepele yang berat, mengangkat air menggunakan dua keranjang air yang harus kamu pikul dari sungai ini ke gubugku, tiap hari, tiap minggu, tiap bulan…dan masih banyak tugas tugas  membosankan lainnya…Niatmu & Komitmenmu akan diuji” terang si Kakek ini panjang lebar…

Untuk menguasai hal hal baru, ketrampilan baru, kompetensi yang baru…niat saja tidak cukup, mentor yang hebat saja tidak cukup…butuh komitmen yang kuat dari diri kita…

Komitmen itu artinya apapun yang harus dilakukan, akan saya lakukan, tanpa “mempertanyakan”, tanpa alasan…Disini, saya sampaikan “mempertanyakan” yah…bukan “bertanya”…beda banget lho, Lur…

Dari cerita diatas, mempertanyakan berarti : “Saya mau belajar ilmu silat, kenapa tiap hari cuman dikasih tugas mikul air ? Ini nggak pantes buat saya, ini merendahkan saya…”

Beda dengan bertanya :
“Oke, Guru…tugas saya mikul air…Guru mau, seberapa banyak air sungai yang mesti saya ambil dan saya pindahkan ke bak air dalam sehari. Satu bak air, dua bak air, tiga bak air ? (IN’dy/kopipagi.online)

Perampok Bisnis Kita…

Kopipagi.online-Alkisah, seorang buruh tani, selalu mengeluh pada Tuhan, di tiap malam, dalam doanya…”Tuhannn…kenapa hidupku makin hari makin susahhh…Sawah nggak punya, penghasilan dari buruh tani nggak seberapa, anak tiga udah mulai dewasa, banyak biaya, rumah reyot cuman beratap rumbia…Ohh Tuhan…Tuhannn…bagaimana nasib says ini Tuhan…”

Dan, begitulah Pak Tani tiap malam…sambat, keluh kesah, & mengeluh…

Suatu malam, Pak Tani, terbangun dari tidurnya…”Aneh..sudah tiga hari ini, aku bermimpi hal yang sama : Ada seekor Angsa yang tertambat di tepian sungai” pikir si Petani Tua ini

Karena penasaran, pagi harinya, ia bergegas ke sungai yang terletak di pinggir desanya…wahhh..lalala..ternyata memang benar, ada seekor Angsa yang tersangkut semak semak di tepian sungai… “Mungkin ini jawaban doa doa saya tiap malam” pikir si Petani Tua ini, sambil mengambil  Angsa yang tertambat itu…”Aku akan berternak Angsa” pikir petani tua ini.

Dan, mulailah hari hari berlalu dengan kesibukan memelihara seekor Angsa, selepas bekerja menggarap sawah, di sore harinya…Dibuatkan kandang dari bambu, diberi makan & minum…Satu minggu berlalu, satu bulan, dua bulan, tidak ada perubahan…..namun, Pak Tua tetap tekun merawat angsanya… Hingga akhirnya, di bulan ke enam, Angsa ini bertelor…

Anehnya, telornya cuma satu, namun berwarna kuning berkilau, layaknya emas…

Dengan rasa penasaran, dibawalah telor ini ke toko emas…Dan, terkejut petani tua ini, ternyata telor ini bener bener emas murni !!!!

Singkat cerita, hidup petani tua ini mulai berubah….tiap enam bulan sekali, Angsa peliharaan Pak Tani ini slalu menghasilkan 1 buah telor emas…Pak Tani ini, sudah berhenti bekerja sebagai buruh tani…anak anak sudah mendapat pendidikan yang layak di kota, rumah reyot sudah direnovasi, bertingkat, model minimalis modern…

Suatu sore…muncul sifat tamak dari petani tua ini…”Daripada cuma dapat 1 telor emas tiap enam bulan, dus mungkin di didalam perut Angsa ini akan banyak aku temukan telor emas” pikir Pak Tani tua ini….Dus, tanpa ba bi bu…diambilnya Angsa itu, dan disembelih…dibuka isi perutnya….lalalaaa…yang ditemukan ternyata cuma usus, jerohan, kotoran sisa makanan…tidak satupun telor emas ditemukan !!!

Mungkin, kita menganggap Pak Tani Tua ini bodoh…Namun, seringkali  tanpa kita sadari, itulah sikap, pemikiran, cara pandang kita atas pekerjaan atau bisnis kita…

Awalnya, begitu tekun kita “memelihara” bisnis rintisan kita…tiap pengeluaran bener benar dipertimbangkan masak masak, lakukan peremejaan aset atau  investasi alat alat baru, secara berkala dengan cermat….Namun, berjalannya waktu, kita lupa untuk tetep menjaga bisnis tetap menarik & kompetitif…Banyak yang kita ambil, namun sedikit yang kita remajakan atau investasikan…sementara kompetisi diluar makin ketat…Tuntutan konsumen makin tinggi, pesaing makin gencar inovasi atau investasi…

Banyak bisnis gulung tikar, bukan karena dicurangi oleh karyawannya, tapi “dirampok” oleh pemiliknya sendiri, tanpa disadarinya ! (IN’dy/kopipagi.online)

Nasionalis yang Agamis !

Kopipagi.online-Kalo direnungkan, dalem banget nih, Lur…

“Berikan pada Kaisar, apa yang menjadi kewajibanmu terhadap Kaisar. Berikan pada Allah, apa yang menjadi kewajibanmu pada Allah.”

Mengejar surga, bukan berarti kita meninggalkan realita…

Mengapa ?

Karena kenyataannya : kita ini tinggal & hidup di dunia, bukan di surga. Karena kenyataannya, hidup di dunia itu, ada tatanan, ada etika, ada nilai nilai kemanusiaan yang sifatnya universal…

Sebagai warga negara : ada hak & kewajiban…bayar pajak, trus 5 tahun sekali nyoblos ikut pemilu, dsb

Sebagai warga sosial : ada keyakinan agama yang berbeda-beda, ada suku & etnis yang punya tradisi berbeda beda…

Sebagai warga Netizien : Ada UU ITE, ada etika dalam menyampaikan pendapat dengan santun…

Dus, Sikap kita mesti bijimana nih ? Kudu ambil tengah-tengahnya….alias kompilasi….walahhhh…opo maneh kuwi…Iman atas keyakinan kita, mestinya di implementasi  dalam kehidupan sehari hari….Kuatnya Iman keyakinan kita mesti diselaraskan dengan hidup berbagsa, bermasyarakat, & ber-medsos yang majemuk…

Mengasihi Allah, & mengasihi sesama manusia, adalah satu kesatuan, nggak terpisahkan,…ibarat dua sisi uang koin…Dengan alasan mengasihi Allah, kemudian kita menolak, membenci atawa bahkan membunuh orang lain…ini nggak bener….Sebaliknya juga : mengasihi sesama, sosialis, namun tanpa melibatkan peran Allah disana…ini juga nggak bener.

Dus, dalam bermasyarakat, mereka mereka yang tidak satu iman, tidak satu etnis dengan kita, akan tetap kita rangkul, kita hargai, kita hormati, karena mereka adalah satu sodara dalam kemanusiaan…

Dus, kita menjadi pribadi yang Nasionalis sekaligus Agamis…Khidmat menyanyikan Indonesia Raya, namun di lain waktu, bisa takzim melantunkan Sholawat Nabi, atau syahdu  mendendangkan Lagu Gereja…Demikian pula dengan sikap yang slalu “hormat pada Bendera Merah Putih, Bendera Nasional Indonesia”, bukan menajiskannya dengan dalih agama….Saya sih YESS !!! (IN’dy/kopipagi.online)

Apa yang lagi kamu kerjakan ?

Kopipagi.online-Alkisah, ada 3 orang tukang batu yang sedang bekerja, dibawah terik matahari…

Seorang mahasiswa, yang  sedang melakukan survey bertanya pada tiga tukang batu bergantian.

“Bapak sedang mengerjakan apa ?” Tanya si mahasiswa pada tukang batu yang pertama.

“Kerjakan apa ?..lhaa, sampeyan apa nggak liat tow Mas…Saya lagi menumpuk batu bata ini dengan semen !” Jawab tukang batu yang pertama.

Si mahasiswa itu lalu beralih ke tukang batu kedua, dengan pertanyaan yang sama…
Jawab tukang batu kedua :
“Saya sedang bekerja untuk 80 ribu sehari…kamu tau nggak…keluargaku butuh makan, anakku harus bayar sekolah, belum lagi si kecil yang butuh susu…yahhh…gini lah Mas, susahnya cari rezeki…disyukuri aja…”

Tak puas dengan jawaban tukang batu pertama dan kedua, dus mahasiswa ini beralih ke tukang batu ketiga dengan pertanyaan yang sama…”Apa yang Bapak sedang kerjakan ?”
Tukang batu ketiga menjawab, “Aku ? Nanti, kalo udah jadi kamu akan liat hasilnya, Mas…aku lagi membangun mesjid yang akan menampung 200.000 jemaah, ini akan menjadi kebanggan bangsa kita. Mesjid ini akan menjadi yang  terbesar se-Asia Tenggara…namanya : Istiqlal !”

Ketiga tukang batu ini mengerjakan hal yang sama…tapi mereka semua memiliki cara pandang yang berbeda !
Tidak ada yang salah dari ketiganya…apa yang mereka sampaikan bener semua. Namun, dari penyampaian mereka, tampak motivasi dibalik apa yang sedang mereka kerjakan…

Ada yang motivasinya hanya karena uang, ada yang karena tanggung jawab keluarga…namun, ada motivasinya yang jauh lebih besar…aktualisasi diri untuk dapat memberi banyak manfaat bagi sesama !

Cara pandang yang lebih baik, lebih luas,  atas pekerjaan kita, atas apa yang rutin kita kerjakan, akan membuat kita merasa ringan &  riang melakukannya tiap hari…Workhard tidak terasa sebagai Hardwork…lhaaa..koq cuman dibolak-balik…piye tow ki ? Bijimana ini ? Bijinya siapa ? Maksutnya gini… kerja keras, tidak akan dirasa sebagai beban…namun sebagai ladang pelayanan & pahala…kiro kiro koyo ngono, Lur…

Mesjid Istiqlal sendiri, memiliki luas 95.000 m2, diresmikan tahun 1978 sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan RI. Nama Isriglal sendiri dari bahasa Arab yang artinya kemerdekaan !
Mesjid Istiqlal ini merupakan mesjid terbesar se-Asia Tenggara, dan terbesar ke-4 di dunia…dus, untuk Mesjid Istiqlal ini…Saya sih YESS !!! (IN’dy/kopipagi.online)

Tetap Merasa Hijau !

Kopipagi.online-Di pagi yang cerah, merekah…seorang Kakek mengajak cucunya jalan jalan di kebun mangga yang lama sudah tidak terurus…

“Lihatlah buah buah mangga ini, Nak…” Kata sang Kakek memecah kesunyian.

“Iya, Kek..ada buah mangga yang masih hijau, tapi ada juga buah mangga yang udah jatuh ke tanah, membusuk” sahut sang Cucu.

” Yah…begitu pula jalan hidupmu nantinya, Nak”

” Selama kamu masih merasa hijau, merasa belum tahu apa apa, dus hidupmu akan terus tumbuh, semakin besar…”

“Tapi, saat kamu sudah merasa tahu segalanya, merasa sudah matang…dus, nasibmu hanya punya 2 pilihan layaknya buah mangga ini…dimakan codot, atau jatuh membusuk di tanah !” Sang Kakek menjelaskan dengan sabar…

Pada saat, kita jumawa, merasa tahu segalanya, dititik itulah, kita berhenti belajar..berhenti belajar dari buku,  dari orang lain, dari alam, dari kehidupan…Tidak pernah ada, kata “berhenti” until “Belajar”…layaknya bersepeda…Saat berhenti mengayuh, Tak berapa lama, kita akan segera jatuh ! (IN’dy/kopipagi.online)